For thousands of years, the gods have lived in their home, Asgard. Most of the gods champion the human race, protecting them from greater evils that would destroy their realm, Midgard, and all that lies within it. Few see the gods or their work, as they are usually disguised as commonplace people and lesser creatures. Despite their subtlety, the Asgardians are constantly at war with those who would harm Midgard.
Selama ribuan tahun, para dewa tinggal di Asgard. Dewa-dewa norse melindungi manusia dari segala bentuk kejahatan yang dapat menghancurkan dunia tempat tinggal manusia, Midgard beserta segala isinya. Beberapa manusia pernah melihat sendiri cara kerja dewa-dewa norse, selagi dewa-dewa tersebut menyamar sebagai manusia biasa atau dalam bentuk makhluk tertentu. Pada umumnya, penghuni-penghuni Asgard selalu bermusuhan dengan siapapun yang mengancam Midgard dengan kejahatannya.
Threatening the gods themselves are greater evils that came with them from the dawn of time. Fenrir and Garm, the two vile wolves, have killed many of the Asgardians, and would have laid waste to everything in their path, swallowing even the sun, moon, and stars had they not been captured and bound by the gods.
Dewa-dewa norse juga mempunyai musuh yang mengancam mereka. Musuh-musuh tersebut adalah dewa-dewa jahat yang telah ada bersama mereka sejak awal adanya alam semesta. Fenrir dan Garm, dewa jahat berbentuk serigala, telah membunuh banyak penghuni Asgard dan akan menyingkirkan apapun yang menghalangi mereka, bahkan matahari, bulan dan bintang sekalipun, seandainya mereka tidak ditangkap dan ditahan oleh dewa-dewa norse.
Equal to Odin, the first of the gods and father of all living things, is Surtr, the chaotic fire demon. His lust for evil is patient and brooding, for he has sworn to destroy the tree of life by fire, destroying Asgard, Midgard, and all the realms of the universe, leaving nothing but flames and darkness. The Norns have prophesied that his success is unavoidable, for he has merely to wait for the power of the Asgardians to wane while he grows stronger in silence.
Sebanding dengan Odin, dewa norse tertinggi dan orang tua dari segala bentuk kehidupan, yaitu Surtr, dewa jahat berbentuk menyerupai setan api. Kehausan Surtr akan kejahatan telah berlangsung lama dan mencapai puncaknya saat dia bersumpah akan menhancurkan Yggdrasill, pohon kehidupan dengan kekuatan apinya, menghancurkan Asgard, Midgard dan dunia-dunia lainnya di alam semesta, dan menyisakan mereka didalam kegelapan dan api yang menyala-nyala. Ramalan menyebutkan bahwa kesuksesan Surtr hanya tinggal menunggu waktu. Dia menantikan saat-saat dimana kekuatan penghuni Asgard melemah, sedangkan kekuatannya sendiri terus bertambah dalam saat-saat penantian tersebut.
Lurking in the depths of the seas lies Jormungand, a serpent born of evil during the chaos at the beginning of time. Coiled about the great tree of life, He gnaws slowly at the roots, severing the lifeblood that holds the worlds together. He hungers to destroy the world and return all to the nothingness from whence it came.
Di kedalaman lautan tinggal Jormungand, dewa jahat berbentuk ular raksasa yang berasal dari kejahatan yang timbul dalam kekacauan pada awal terbentuknya alam semesta. Melingkari pohon kehidupan, dia menggigit perlahan-lahan akarnya, menghisap darah kehidupan pohon tersebut yang menyatukan seluruh dunia di alam semesta. Jormungand sangat ingin menghancurkan dunia, dan mengembalikannya kedalam kehampaan dan ketiadaan seperti awalnya.
Of all the evils confronting the gods, the most devious and wicked god, Loki, lives with the Asgardians, spreading strife and contention. It was Loki who brought about the death of Balder for the simple pleasure of destroying the most loved of all the gods. Loki had promised not to harm Balder himself, but later beguiled Balder's beloved half brother into hurling a mistletoe dart at him, the only living thing capable of harming Balder. Balder's immortal soul was taken by Hela, goddess of the dead.
Dari semua dewa-dewa jahat yang menantang dewa-dewa norse, yang paling licik dan kejam adalah Loki, yang hidup bersama-sama dengan penghuni Asgard, menyebarkan hasutan dan benih-benih kebencian diantara mereka. Dialah yang menyebabkan kematian Balder, dewa norse yang paling dicintai oleh semua makhluk, hanya untuk kepuasannya saja. Loki sebetulnya telah berjanji tidak akan mengganggu Balder sendiri. Sesungguhnya Balder memang tidak bisa dibunuh oleh siapapun kecuali oleh saudara laki-lakinya yang paling disayangi dan paling menyayangi Balder. Tapi kemudian, dengan licik dan kejamnya, Loki mengecoh saudara laki-laki Balder tersebut yang kemudian melemparkan anak panah kecil ke jantung Balder. Balder tewas, dan jiwanya diambil oleh Hela, dewi kematian.
In a vain effort to recover Balder, the gods attempted to bargain with Hela. Hela promised to release Balder if every living thing wept for him, knowing full well that one solitary giantess, Thokk, had a heart so cold that she would weep for none. All life wept for Balder but Thokk, leaving Balder trapped in Niflheim as long as Thokk lives.
Untuk menghidupkan kembali Balder, dewa-dewa norse mengadakan penawaran dengan Hela. Hela kemudian berjanji akan melepas jiwa Balder dan menghidupkannya kembali apabila seluruh makhluk hidup berkabung untuknya, tanpa kecuali. Hela mengetahui bahwa satu makhluk Raksasa betina, Thokk, mempunyai hati yang sangat dingin. Raksasa tersebut tidak pernah dan tidak akan pernah berkabung untuk siapapun. Dan begitulah kenyataannya. Seluruh makhluk hidup berkabung untuk Balder, dewa norse yang paling mereka cintai, kecuali Thokk. Dengan demikian, jiwa Balder selamanya akan tetap tinggal di Niflheim, alam kematian, selama Thokk masih hidup.
ps: Atas pengkhianatan Loki, Odin memerintahkan Loki agar dihukum di Nifleheim. Di sana dia dirantai di sebuah batu dimana di atasnya terdapat seekor ular beracun yang menumpahkan racun berbisanya ke wajah Loki. Karena inilah Loki menjadi menderita. Selama berada dalam hukuman inilah niat Loki menjadi semakin jahat, dia bersumpah akan membalas para dewa yang telah melakukan ini.
Loki sendiri mempunyai beberapa keturunan yang berbeda di antaranya Jormundgand, ular raksasa yang tinggal di Midgard dan melingkari bumi dengan tubuhnya; Hel, penguasa neraka Nifleheim; Sleipnir; dan yang paling dikenal Fenrir, serigala raksasa.
Fenrir selalu muncul dalam berbagai legenda Norseman. Biasanya sebagai sekutu Loki. Serigala Fenrir awalnya tidak dianggap sebagai ancaman oleh dewa lainnya. Saat dia masih berupa anak serigala mereka mengurungnya dalam sebuah gua. Tetapi lambat laun tubuhnya terus membesar dalam ukuran besar dan tenaga yang kuat. Ini membuat cemas para dewa, apalagi mereka mengetahui suatu ramalan yang menyebutkan Fenrir akan menimbulkan bencana untuk dewa dan manusia.
Karena itu dicari akal agar serigala ini mau diikat. Tetapi banyak rantai yang tidak sanggup menahan kekuatannya. Maka dewa Tyr meminta para dwarf untuk membuat rantai kuat yang tidak bisa lepas. Setelah rantai (Gleipnir) tersebut selesai, dia membujuk Fenrir untuk memakainya.
Serigala ini yang melihat rantai yang diajukan Tyr sangat tipis merasa curiga. Untuk itu Tyr mengajukan diri untuk menaruh tangannya dalam rahang Fenrir sebagai tanda baik.
Setelah terpasang rantai tersebut ternyata tidak dapat dihancurkan. Fenrir yang merasa ditipu langsung menggigit putus tangan Tyr sebagai balasannya. Inilah alasan mengapa Tyr hanya bertangan satu. Selanjutnya Fenrir berhasil diikat di sebuah batu dan dikurung jauh di dasar bumi dimana dia meronta-ronta untuk lepas hingga saatnya tiba waktu Ragnarok.
Fenrir punya dua anak laki-laki, Hati (menagkap Máni: dewa bulan / god of the moon) dan Skoll (menangkap kuda Árvakr and Alsviðr: Sol chariot / Sun)
Saat Ragnarok, Hati menangkap Máni, dan mencoba memakannya adalah salah satu tragedi Ragnarok.
During the chaining of Fenrir, Tyr suffered the loss of his right arm. While holding Fenrir at bay, the foul wolf grabbed hold of his arm with his jaw, and only by tearing it off was Tyr able to escape death.
Pada saat berusaha menangkap Fenrir, Tyr kehilangan lengan kanannya. Selagi memegang Fenrir, dewa jahat berbentuk serigala tersebut menerkam lengan kanannya dengan taringnya, dan hanya dengan jalan menarik tubuhnya dengan paksa dan merelakan lengannya, Tyr bisa lolos dari kematian.
The gods have lost much of their might through various arcane evils and misadventures. According to prophecy these handicaps will be their undoing. Odin lost Gungnir, his powerful spear in a battle with the frost giants. Without its deadly accuracy and magical powers, he will be helpless to fight Surtr and his fire demons in armed combat, for no other weapon can withstand the heat of Surtr's fiery form.
Dewa-dewa norse kehilangan sebagian besar kekuatannya akibat kekuatan jahat maupun pertempuran-pertempuran yang memberi kerugian yang cukup besar bagi mereka. Odin kehilangan Gungnir, tombak saktinya, dalam pertempuran melawan tentara raksasa es. Tanpa kekuatan sakti dan ketajaman tombak tersebut, Odin tidak akan mampu melawan Surtr dan pasukan setan apinya dalam pertempuran jarak dekat, karena tidak ada satupun senjata kecuali Gungnir, yang bisa menahan panasnya raga Surtr yang berbentuk api.
Freyr, on the other hand, traded his powerful sword, Mimming, for a bride. In surrendering Mimming, Freyr surrendered his invulnerability as well.
Di lain pihak, Freyr menjadikan pedang saktinya, Mimming, sebagai upeti kepada raja raksasa gunung, Gymir, agar bisa menikahi puterinya. Dengan menyerahkan Mimming sama saja artinya Freyr menyerahkan kekuatannya pula yang sulit dikalahkan.
ps: Freyr adalah dewa yg pertama kali mati pada saat terjadi ragnarok
Mighty Thor himself has suffered at the hands of darkness. In conspiracy with the lord of the fire giants, Loki deceived Thor into leaving his hammer, Mjollnir, in the halls of Grynr, the most impenetrable labyrinth of caves known to exist.
Thor yang perkasa juga menderita kehilangan yang besar dalam pertempurannya melawan kejahatan. Akibat persekongkolan Loki dengan raja raksasa api, Loki memaksa Thor harus meninggalkan palu saktinya, Mjollnir, di Halls of Grynr, gua berbentuk labirin paling rumit yang pernah ada yang diciptakan oleh Vidur, pemimpin kerajaan bawah tanah.
Loki likewise beguiled Heimdall, Asgard's guardian, into allowing Frekstn Tyl to touch the outer shell of his great horn, Gjall. Disguised as a mute messenger, Tyl approached Heimdall peacefully, but upon gaining his confidence, Tyl cursed Gjall. The great horn turned into the writhing serpent, Aspenth. Aspenth twisted free of Heimdall's grasp, plunging off of the rainbow bridge, Bifrost, into the land of Mimer. Mimer bound the evil serpent into a deep well from which it could not escape. Unable to leave his post, Heimdall cannot journey forth to reclaim his horn, and Aspenth destroys all who come near. Without his horn, Heimdall has not the power to warn the Asgardians of their impending doom.
Loki kemudian mengecoh Heimdall, dewa norse penjaga gerbang Asgard yang bertugas diujung Bifrost, jembatan pelangi yang menghubungkan Midgard dengan Asgard, agar memperbolehkan Frekstn Tyl menyentuh lapisan terluar dari serunai agungnya, Gjall.
Menyamar sebagai seorang pembawa pesan, Tyl kemudian mengutuk Gjall. Serunai agung tersebut berubah menjadi monster laut besar, Aspenth. Selagi Heimdall terkejut, Aspenth meloloskan diri dan jatuh dari bifrost ke Mimer's Realm, tanah milik Mimer.
Mimer kemudian memenjarakan Aspenth di sumur yang sangat dalam, Mimer's Well, agar Aspenth tidak bisa meloloskan diri lagi.
Karena Heimdall tidak mungkin meninggalkan tempatnya bertugas, dia tidak bisa membawa kembali Aspenth untuk diubah jadi Gjall kembali. Banyak prajurit telah ditugaskan untuk membawa Aspenth, namun seluruhnya dibunuh oleh Aspenth.
Tanpa serunai agungnya, Heimdall tidak memiliki kekuatan untuk memberi peringatan kepada penghuni-penghuni Asgard, akan bahaya yang mengancam mereka.
and the wars begin......
No comments:
Post a Comment